Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Skripsi Tanpa Sahur


Gak kerasa udah setahun berlalu sejak masa-masa skripsi. Skripsi saya rampung pada akhir bulan Juni 2017 setelah mulai digarap pada pertengahan Januari tahun yang sama. Tahun lalu pada bulan Ramadan seperti sekarang ini, saya masih mengerjakan analisis data yang rasanya tiada akhir. Ada salah satu cerita lucu saat pengerjaan skripsi bulan Ramadan waktu itu, begini ceritanya…

Sebetulnya saya gak rajin-rajin amat, malah cenderung malas kalau mengerjakan sesuatu yang menurut saya membosankan. Topik skripsi saya menarik sih, sangat menarik, tapi lama-lama ya bosan juga. Untungnya saya punya semangat sekeras baja  :D  jadi saya sangat bernafsu untuk menyelesaikan skripsi saya cepat-cepat. Ditambah lagi, saya adalah tipe orang yang kalau udah fokus mengerjakan sesuatu yang menarik hati saya, maka saya akan sangat terserap dan konsentrasi pada pekerjaan itu.

Suatu dini hari, alarm hape saya berbunyi keras-keras berusaha keras membangunkan saya untuk santap sahur. Tapi, gak bangun tuh -_- Teman kos yang baik hati dan tahu saya seorang sleepyhead memanggil-manggil saya dengan rajinnya dari luar kamar agar saya bangun, tapi… tetep gak bangun. Akhirnya saya gak sahur ~

Sebetulnya di luar bulan Ramadan pun saya bisa puasa tanpa sahur (kalau bangunnya kesiangan), tapi karena waktu itu lagi masa-masa indah (*masa-masa skripsi), jadi saya butuh asupan makanan untuk menopang aktivitas skripsi saya sepanjang hari. Akibat nggak sahur inilah yang membuat hari itu menjadi lucu  😂

Jadi, pagi hari pada hari itu, saya mulai menulis skripsi dengan bersemangat di kamar kos. Saya tidak mengira kalau tidak sahur akan membuat saya KO nantinya. Saya menelaah dan menganalisis tumpukan data di laptop, semakin lama semakin asyik. Semakin lama, semakin banyaklah tulisan saya. Saya bekerja sangat tekun, kalau nggak salah malah hampir tanpa jeda.

Mulai masuk tengah hari, semangat saya masih membara dan pasokan tenaga saya masih mencukupi bahan bakar hari itu. Setelah salat dzuhur, saya kembali ke laptop. Sekitar pukul dua siang, saya merasa lemas, tetapi saya bertekad untuk tetap melanjutkan analisis. Akhirnya setelah beberapa menit badan saya malah terasa sangat lemas, terpaksa deh istirahat. Saya pikir, mungkin kalau berbaring dan tidur dulu sejam, nanti tenaganya pulih.

Tapi saya nggak bisa tidur! Dan badan yang terasa lemas ini tidak mau juga membaik. Semakin lama, badan saya malah semakin lemas. Sejam berlalu dan saya merasa tidak punya tenaga sama sekali. Saya hanya berbaring dan merasa badan saya semakin lemah. Amat sangat lemah, letih, lemas, lesu, lunglai. Mengangkat tangan saja sulit. Ternyata energi yang saya kira banyak, bisa terkuras habis karena aktivitas berpikir yang terlalu intens  :D  Kepala terus saja bekerja, tetapi tidak ada pembaharuan asupan makanan.

Tidak berapa lama, adzan ashar mulai berkumandang di satu masjid dan masjid-masjid lainnya di sekitar kos. Saya cuma berbaring. Gak bisa bangun. Saya pikir, saya harus mengumpulkan tenaga dulu setidaknya satu jam lagi agar bisa bangun untuk shalat. Sejam berlalu, tetap tak ada tenaga, malah semakin lemas. Sejam berlalu lagi, udah jam 5! Akhirnya saya memaksakan badan saya untuk bangun dan menyeret tubuh lunglai itu untuk berwudlu dan shalat. Kalau tidak salah, wudlu pun tidak dilakukan tiga kali-tiga kali, hanya satu kali saja untuk masing-masing basuhan. Akhirnya saya bisa shalat, walaupun dengan hampir tanpa tenaga.

Selepas shalat ashar, saya kembali berbaring dan menunggu adzan maghrib. Sekitar setengah jam kemudian adzan maghrib berkumandang membawa kabar gembira berbuka puasa. Tapi rasanya saya tak punya tenaga untuk bangun! Saya memaksakan diri untuk mengambil minum agar bisa membatalkan puasa. Untuk makan juga rasanya sudah tidak tersisa tenaga, tapi tenaga saya harus pulih! Saya harus makan dan untunglah saya masih bisa menyantap makanan secara layak untuk berbuka. Lalu shalat. 

Setengah jam kemudian, barulah energi fisik saya pulih, barulah saya bisa bercerita kepada teman-teman kos tentang cerita tanpa tenaga saya sore itu. Tak seorang pun teman kos saya tahu... karena sepanjang sore saya memang hanya diam dan berbaring, tak mengeluarkan suara sedikit pun  😂

Post a Comment for "Skripsi Tanpa Sahur"