Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

Mengamati Tanda-tanda Vital Tubuh Kita

Selama satu tahun ke belakang, saya menjadi siswi di sekolah keperawatan Schwäbisch Hall. Lucu juga, anak IPS belajar tentang kesehatan. Di Jerman bidang kesehatan memang milik semua orang. Siapa saja boleh bergabung asalkan mampu menjalani program pendidikan yang disyaratkan, apalagi program yang saya ambil memang hanya asistensi keperawatan dengan durasi kilat yaitu satu tahun. 

Dengan sedikit bekal dari satu tahun yang padat itu, saya ingin berbagi sedikit ilmu tentang kesehatan buat teman-teman sekalian. Materi pertama yang saya tulis adalah tentang tanda-tanda vital manusia, yaitu denyut nadi, tekanan darah, dan suhu tubuh. Selamat membaca! 

1. Denyut Nadi 

Ada beberapa kriteria pengamatan denyut nadi. Yang pertama adalah frekuensi atau jumlah denyut nadi per menit. Denyut nadi manusia berbeda-beda bergantung pada kelompok usia. 

Berikut adalah frekuensi normal pada manusia:

bayi                                : 120 - 140 denyut/menit

anak-anak                        : 90 - 120 denyut/menit

orang dewasa                    : 70 - 80 denyut/menit

orang tua (kakek-nenek)    : 70 - 90 denyut/menit

Cara mengukur denyut nadi yang paling umum adalah dengan menghitung nadi pada pergelangan tangan selama satu menit. Gunakanlah timer agar kamu tahu kapan kamu harus mulai dan berhenti menghitung. Kamu juga bisa mengukur denyut nadimu selama 15 detik saja, lalu hasilnya dikalikan 4. Contohnya, jumlah nadi kamu selama 15 detik adalah 18, lalu kalikan 4, maka frekuensi nadimu adalah 72 denyut per menit. 

Selain frekuensi normal, ada juga frekuensi tidak normal, yaitu tachycardia dan bradycardia. Tachycardia adalah frekuensi nadi >100 denyut/menit, misalnya dikarenakan penyakit jantung. Namun penyebabnya tidak selalu karena penyakit, bisa juga disebabkan kekurangan oksigen saat kita berada di puncak gunung misalnya, atau ketika kita sedang berolah raga, gugup, takut, bersemangat, maupun konsumsi minuman berkafein. 

Sementara itu bradycardia adalah frekuensi nadi <60 denyut/menit. Penyebabnya antara lain adalah efek konsumsi obat jantung, efek anestesi, ataupun simply ketika kita tidur. Jika frekuensi nadi seseorang <40 denyut/menit, maka itu adalah kondisi yang sangat berbahaya. Hal ini bisa disebabkan oleh keracunan ataupun karena otak mengalami kerusakan. 

Kriteria pengamatan nadi yang kedua adalah ritme nadi. Ritme nadi ada yang normal atau ritmis dan ada juga yang tidak normal atau aritmia (arrhythmia). Nadi aritmia misalnya bigemini atau twin pulse (denyut nadi kembar) dan ekstrasistol (extrasystole). Bigeminus adalah nadi yang berdenyut dua kali pada setiap denyutnya. Sedangkan ekstrasistol adalah denyut nadi di luar ritme dasarnya. 

Pengamatan yang ketiga adalah kualitas nadi. Pada orang yang sehat, jika kita tekan nadi pada pergelangan tangannya, maka denyutnya dapat dirasakan dengan baik. Kualitas ini bergantung pada kontraksi jantung dan struktur dinding pembuluh darah. 


Sumber gambar: https://pixabay.com/de/photos/stethoskop-arzt-medizin-medizinisch-1584223/


2. Tekanan Darah 

Tekanan darah adalah dorongan darah pada dinding arteri saat darah dipompa keluar dari jantung menuju ke seluruh tubuh. 

Berikut adalah tekanan darah normal berdasarkan kelompok usia: 

Bayi                                   : 80/60 mmHg

Balita                                 : 95/69 mmHg

Anak-anak                          : 100/60 mmHg

Remaja                              : 110/70 mmHg

Orang dewasa                     : 120/80 mmHg

Orang tua (kakek-nenek)     : 150/90 mmHg

Ada juga tekanan darah tidak normal, yaitu hipotensi dan hipertensi. Hipotensi adalah tekanan darah <100/60 mmHg. Sedangkan hipertensi adalah tekanan darah >145/95. Di rumah sakit, saya pernah menemukan beberapa pasien dengan tekanan darah di atas 200/90. Entah sepusing apa itu rasanya 🙁. 

Tips untuk mengukur tekanan darah: 

1. Kamu harus berada dalam keadaan tenang atau santai

Jika kamu hendak mengukur tekanan darah, agar hasilnya akurat, maka 3-5 menit sebelum pengukuran kamu harus menenangkan diri dahulu. Misalnya kamu baru saja menaiki tangga atau pun berjalan tergesa-gesa, maka jangan langsung dilakukan pengukuran tekanan darah, sebab kamu bara saja berada dalam situasi tidak tenang. Hal ini dapat menyebabkan hasil tekanan darahmu tinggi alias tidak akurat. 

2. Lakukan pengukuran dalam kondisi duduk ataupun berbaring, jangan berdiri. Sebab jika kamu berdiri, maka tubuhmu kembali memiliki beban dan tidak dalam kondisi santai. 

3. Tidak dalam pengaruh kaffein. Kaffein dapat menaikkan tekanan darahmu. 

4. Jika terjadi kesalahan dalam pengukuran, tunggu sekitar 2 menit sebelum melakukan pengukuran ulang. 


Sumber gambar: https://pixabay.com/de/photos/thermometer-temperatur-messung-869392/
 

3. Suhu

Suhu pada bagian inti tubuh kita harus berada pada kisaran 37° C. Bagian inti tubuh kita ini terdiri dari kepala, thorax, dan abdomen. Thorax meliputi wilayah di atas diafragma, yaitu daerah kekuasaanya paru-paru dan jantung. Sementara itu, abdomen adalah wilayah di bawah diafragma, yaitu lambung, hati, usus, dan kawan-kawannya yang berbelit-belit di bawah sana. 

Perubahan suhu inti tubuh pada kisaran 36° - 37,5 ° C masih bisa diterima. 

Sementara itu suhu permukaan tubuh kita dipengaruhi oleh kondisi lingkungan. Suhu permukaan ini dapat bervariasi dari 28° - 37,5° C. 

Otak kita bertanggung jawab atas pengaturan suhu tubuh. Pusat pengaturan suhu di otak kita disebut hypothalamus. Dia bertugas untuk mengatur agar suhu bagian inti tubuh kita selalu pada kisaran konstan 37° C. Jika terjadi perubahan suhu pada tubuh kita, naik ataupun turun, maka sistem saraf akan melapor pada hypothalamus. Hypothalamus kemudian akan membandingkan suhu tubuh seharusnya dengan suhu tubuh terkini, lalu ia akan mengirimkan instruksi pada tubuh untuk menormalkan kembali nominal suhu.  

1) Pembentukan panas

Jika suhu tubuh kita menurun, maka tubuh akan mencari cara untuk mengembalikan suhu ideal kita dengan cara: 

a) bulu-bulu halus pada sekujur tubuh kita akan berdiri atau merinding. Melalui cara ini tubuh menghambat panas keluar dari tubuh kita melalui pasukan rambut-rambut halus yang berdiri tegak. Panas dari tubuh kita jadi 'terjebak' pada rambut-rambut itu dan meminimalisir mereka untuk keluar ke alam bebas. 

b) Kerja paksa otot. Badan kita akan menggigil karena otot bekerja keras agar tubuh kembali menghangat dengan cara menggerak-gerakkan otot tubuh kita (menggigil).

c) Memproses metabolisme penghasil energi.

d) Vasokonstriksi. Vasokonstriksi adalah cara tubuh meminimalkan pengeluaran panas dengan cara menyempitkan pembuluh darah. 

 

2) Pembuangan panas

Jika suhu tubuh kita meningkat, maka tubuh akan membuang panas berlebih itu dengan cara:

a) Produksi keringat.

b) Vasolidasi, yaitu melebarkan pembuluh darah. 

Post a Comment for "Mengamati Tanda-tanda Vital Tubuh Kita"